Mengapa harus Golput..?? begitu pertanyaan dari rekan-rekan saya sewaktu diskusi tentang bagaimana kaum muda menghadapi Pemilu 2014.
kemudian saya Njlentrekkan tentang Caleg2 dan Capres2 kepada mereka.
Saya tanyakan kepada kawan-kawan saya ini.. " dari calon-calon legislatif maupun presiden itu, ada berapa Fakta dan pengetahuanmu tentang mereka ? tekan fakta2 itu tadi , tekan endi koen entok informasine ? umpamane info iku tekan TV, iklan, reklame.. berapa persen tingkat kepercayaanmu kepada media2 tadi ..???
kemudian salah satu kawan kemudian menjawab, sejujurnya kita semua juga sedang menyadari jika telah dibutakan oleh media, Televisi mempengaruhi bagaimana cara pandang kami terhadap capres dan caleg itu tanpa kami tau bagaimana sosok dan figur yang sebenarnya, media memutar balikkan fakta, apalagi hampir semua pemilik media sekarang mencalonkan diri menjadi Predisen.. Media massa tidak berhasil memposisikan dirinya sebagai pengawal Demokrasi.
kemudian salah satu wanita dari bali juga berkomentar " Melihat pemberitaan dimedia tentang calon president dri PDI-P, mengingatkan saya bahwa Jokowi masih banyak menyisakan pekerjaan yg belum selesai dijakarta, saya juga kurang tau hal-hal apa saja yang telah dilakukan dia untuk rakyat diluar jawa selain kampaye , membuat saya bertanya pada diri saya sendiri, apakah pantas seorang jokowi memimpin negeri ini ??
kami saling berpandang-pandangan.. berdiam sejenak, menata kembali otak, mencerna betul-betul apakah sebenarnya itu Pemilu ? meneliti betul apa yang sebenarnya harus dilakukan pada pemilu ini..
Demokrasikah atau Evalusasi total pada negeri ini ??
Sedang kita tau bencana masih menjadi bayang-bayang di negeri ini, Evaluasi atau tetap menyelenggarakan Pemilu ?
sedang yang kita tau bersama.. Alam masih akan menguji kita dengan anatomi anatomi Tuhan yang kerap bermunculan dengan wujud yang tidak kita duga...
Golput bagi kami adalah Cara terbaik untuk bersikap.. Masa depan Endonesa di tentukan oleh generasi2 muda yang mampu berfikir kritis, jujur Merdeka...
Salam Kemanusiaan.. #saveendonesa
ide dari Emha ainun najib
CussyAdevnture merupakan bidang usaha dari Organisasi kemanusiaan Lawang Rescue
Rabu, 19 Maret 2014
Jumat, 03 Januari 2014
Peraturan Lalu Lintas yang tidak berfungsi di Kecamatan Lawang ( Kemacetan yang mulai tidak asing lagi bagi warga Lawang )
LAWANG MACET.. bukan hal yang tabu lagi bagi masyarakat Lawang, apalagi bila memasuki libur panjang maupun weeked, bisa dipastikan macet panjang akan terjadi setelah jembatan layang/ Flyover sampai Randuagung, baik arah ke Malang maupun Ke Surabaya..
Kurangnya lahan parkir serta peraturan lalu lintas yang sangat tidak berfungsi secara baik dalah Faktor Utama terjadinya kemacetan di Sepanjang Jalan Utama Surabaya-Malang.
Pertanyaanya.. ".. Bagaimana Solusi mengatasi hal tersebut.. ?
Fungsi Peraturan lalin harus di jalankan, seperti di pertigaan apotik lawang yang menjadi sumber kemacetan, padahal jelas-jelas sudah ada larangan untuk putar balik - meskipun kondisinya sedikit samar-samar karena termakan usia- sama halnya juga di depan pos polisi pasar Lawang tikungan kecil itu menjadi tempat rawan kecelakaan , alangkah baiknya jika di buka ketika dini hari karena kondisi jalan yang sepi.
diutara Hotel niagara terdapat Rambu ' S 'dipalang- baru 4 bulan dipasang - juga sangat tidak berfungsi ketika memasuki masa liburan, jalan yang semestinya dipakai untuk pejalan kaki beralih fungsi parkir karena melubernya Tempat parkir Ruko.
Salah satu solusi lahan parkir adalah memanfaatkan beberapa Lapangan olahraga, misal di lapangan Gang 3 Jl anjasmara.. . para pelancong yang hendak ke pasar lawang disediakan angkutan berupa LA maupun ojek.. kontribusi bisa memajukan wilayah yg dibuat tempat parkir tersebut..
" Apakah Lawang butuh Bangjo ..?"
adanya lampu merah menurut saya malah menjadi faktor kemacetan yang parah, yang harus dibenahi adalah kesadran berkendara, juag berfungsinya Polisi sebagaimana mestinya..
Pak polisi lawang terkesan setengah-setengah dalam menindak lanjuti kemacetan ini
Mungkin dengan adanya Sosialisasi soal peraturan Lain baik oleh kepolisian maupun relawan2 peduli Lawang, kota tercintas ini bisa terhindar dari kemacetan.. Semoga..!!!!
Sabtu, 30 November 2013
Mengapa Lagu indonesia Raya dibawakan dengan diatonis musik barat ? bukankah musik Nuswantara ini kaya akan pilihan irama..?
Ada berapa banyak kasanah musik yg dimiliki oleh Nuswantara ini ?
Gamelan,sarune kalee, seruling,
ketipung,sharon,tifa,aramba,tehyan,angklung,bonang,sasando, japen dan
lain sebagainya..
Sudah minder sejak era kemerdekaan kah bangsa ini, sehingga memakai diatonis musik barat yg cenderung kaku dan baku ? irama pantonis yg dimiliki oleh nada-nada tradisional dinusatara sangat luar biasa kaya, para ahli musik tradisional bahkan tidak memerlukan not-not atau buku-buku, telinga dan ingatan mereka diasah sedeikian rupa oleh pengalaman, anda pernah ke Papua/ irianjaya para kepala suku disana tidak memerlukan not nada untuk ritual musik dan penyembahan mereka,cukup pendengaran dan ingatan yg masih kuat itu sudah menghasilkan harmonisasi irama musik yg luar biasa..!!
akar budaya kita dicabik-cabik oleh kita sendiri, kita terbuai dengan kemudahan-kemudahan bangsa barat, kreatifitas kita di kerdilkan sedemian rupa agar kita senantiasa lupa pada sejarah..
para orangtua, kadang kala minder pada kasanah nusantara,dan memilihkan les-les musik kebarat-baratan ( ironis ), kita bayangkan saja dalam hati.. kalau lagu indonesia raya itu di iringi dengan irama musik dari tanah jawa, atau ambon, atau papua, atau sumatra, atau kalimantan... atau atau.. atau aau...
Melihat barometer musik sekarang yg gitu-gitu saja selama ini.. Oalah..
" Disanalah aku berdiri.. dari pandu ibumu..( lirik lagu indonesia raya) "
disana dimana? dimana disana..???
Setelah bertanya kian kemari akhirnya kutemukan jawaban, ketika menciptakan lagu Indonesia raya, WR Supartman tengah menjalankan ibdaha Umroh di tanah suci..
Salam Bhineka tunggal ika...
Sudah minder sejak era kemerdekaan kah bangsa ini, sehingga memakai diatonis musik barat yg cenderung kaku dan baku ? irama pantonis yg dimiliki oleh nada-nada tradisional dinusatara sangat luar biasa kaya, para ahli musik tradisional bahkan tidak memerlukan not-not atau buku-buku, telinga dan ingatan mereka diasah sedeikian rupa oleh pengalaman, anda pernah ke Papua/ irianjaya para kepala suku disana tidak memerlukan not nada untuk ritual musik dan penyembahan mereka,cukup pendengaran dan ingatan yg masih kuat itu sudah menghasilkan harmonisasi irama musik yg luar biasa..!!
akar budaya kita dicabik-cabik oleh kita sendiri, kita terbuai dengan kemudahan-kemudahan bangsa barat, kreatifitas kita di kerdilkan sedemian rupa agar kita senantiasa lupa pada sejarah..
para orangtua, kadang kala minder pada kasanah nusantara,dan memilihkan les-les musik kebarat-baratan ( ironis ), kita bayangkan saja dalam hati.. kalau lagu indonesia raya itu di iringi dengan irama musik dari tanah jawa, atau ambon, atau papua, atau sumatra, atau kalimantan... atau atau.. atau aau...
Melihat barometer musik sekarang yg gitu-gitu saja selama ini.. Oalah..
" Disanalah aku berdiri.. dari pandu ibumu..( lirik lagu indonesia raya) "
disana dimana? dimana disana..???
Setelah bertanya kian kemari akhirnya kutemukan jawaban, ketika menciptakan lagu Indonesia raya, WR Supartman tengah menjalankan ibdaha Umroh di tanah suci..
Salam Bhineka tunggal ika...
Minggu, 10 November 2013
Ayo Menulis untuk keragaman dikota Kelahiran kita
Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau Informasi pada suatu media dengan menggunakan Aksara. dan menulis adalah salah satu cara termudah untuk mengungkapkan sesuatu.
Di Lawang, terdapat banyak sekali hal yang bisa ditulis, mulai dari hal-hal yang sederhana, membangun, motivasi, semangat, cinta ataupun kritikan.
dalam menulis sama sekali tidak ada batasan, batasan terletak pada nurani masing-masing,
Kalau melihat betapa beragamnya hal di kota Lawang ini, semestinya sudah ada generasi-generasi muda yang bisa meluaskan Ciri khas Lawang kepada Dunia Luar.
hotel Niagara misalnya, banyak sekali blog maupun Website yang menuliskan betapa luar biasanya sejarah terbentuknya hotel Niagara beserta mitos-mitosnya, begitupun dengan bangunan belanda yang lain, yg bertebaran di wilayah kecamatan Lawang, dan sayangnya kebanyakan mereka yang bersedia menulis bukan warga Asli Lawang.
Beberapa situs yang beredar di desa Polaman,melaten bahkan ditulis oleh pemerhati budaya dari Belanda dan inggris.
Mungkin sudah saatnya para singa-singa dari Kota Lawang ini mulai menampakkan diri..
yang bisa menulis tentang sejarah .. ayo menulis tentang sejarah - sejarah yg meliputi kecamatan Lawang
yang bisa menulis tentang lingkungan hidup , ayo menulis tentang seberapa banyak mata air yg ada di lawang,berapa bukit, sungai dll
yang bisa menulis tentang kesenian , monggo menulis tentang kesenian kesenian yang masih dipegang teguh oleh beberapa desa yg ada di wilayah kecamatan lawang
yang bisa menulis tentang politik monggo menulis tentang pemerintahan di wilayah lawang..
Ayo rek.. kene tunjjukan karo dunia, bahwa tempat kelahiran kita adalah Tanah yg istimewa..
Ayo rek...!!!
Di Lawang, terdapat banyak sekali hal yang bisa ditulis, mulai dari hal-hal yang sederhana, membangun, motivasi, semangat, cinta ataupun kritikan.
dalam menulis sama sekali tidak ada batasan, batasan terletak pada nurani masing-masing,
Kalau melihat betapa beragamnya hal di kota Lawang ini, semestinya sudah ada generasi-generasi muda yang bisa meluaskan Ciri khas Lawang kepada Dunia Luar.
hotel Niagara misalnya, banyak sekali blog maupun Website yang menuliskan betapa luar biasanya sejarah terbentuknya hotel Niagara beserta mitos-mitosnya, begitupun dengan bangunan belanda yang lain, yg bertebaran di wilayah kecamatan Lawang, dan sayangnya kebanyakan mereka yang bersedia menulis bukan warga Asli Lawang.
Beberapa situs yang beredar di desa Polaman,melaten bahkan ditulis oleh pemerhati budaya dari Belanda dan inggris.
Mungkin sudah saatnya para singa-singa dari Kota Lawang ini mulai menampakkan diri..
yang bisa menulis tentang sejarah .. ayo menulis tentang sejarah - sejarah yg meliputi kecamatan Lawang
yang bisa menulis tentang lingkungan hidup , ayo menulis tentang seberapa banyak mata air yg ada di lawang,berapa bukit, sungai dll
yang bisa menulis tentang kesenian , monggo menulis tentang kesenian kesenian yang masih dipegang teguh oleh beberapa desa yg ada di wilayah kecamatan lawang
yang bisa menulis tentang politik monggo menulis tentang pemerintahan di wilayah lawang..
Ayo rek.. kene tunjjukan karo dunia, bahwa tempat kelahiran kita adalah Tanah yg istimewa..
Ayo rek...!!!
Jumat, 08 November 2013
HARI PAHLAWAN.. Semoga muncul Bung Tomo- Bung Tomo baru di kota Lawang
Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Penjajah ( belanda). Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 november1945 di Surabaya, jawa timur. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.
Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta 17 Agustus 1945 pasukan Jepang mulai dilucuti oleh tentara nasional dan rakyat. Proses pelucutan ini menimbulkan bentrokan-bentrokan di berbagai daerah yang cukup banyak menimbulkan korban. Inisiatif tersebut juga dilakukan karena pihak sekutu di Indonesia masih belum juga melucuti tentara Jepang.
Pihak sekutu yang telah menjatuhkan bom di kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang juga turut akhirnya turun ke Indonesia untuk melucuti tentara Jepang. 15 September sekutu yang diwakili oleh Inggris mendarat di Jakarta dan 25 Oktober di Surabaya dengan 6.000 serdadu dari Divisi ke-23 dengan pimpinan Brigadir Jenderal Mallaby. Namun pendaratan sekutu ini didomplengi kepentingan Belanda secara rahasia melalui NICA untuk kembali menguasai Indonesia meskipun sudah memerdekakan dirinya.
Rakyat Indonesia marah mendengar konspirasi tersebut sehingga perlawanan terhadap Inggris dan NICA tetap berlanjut yang memuncak ketika pimpinan sekutu wilayah Jawa Timur Brigadir Jenderal Mallaby terbunuh 30 Oktober di Surabaya.
Inggris dan NICA melalui Mayor Jenderal Mansergh yang menggantikan Mallaby mengultimatum rakyat Indonesia untuk menyerah sampai batas akhir tanggal 10 November pagi hari. Namun di batas ultimatum tersebut rakyat Surabaya menjawabnya dengan meningkatkan perlawanan secara besar-besaran, salah satu pimpinan perlawanan tersebut adalah Sutomo, dikenal sebagai Bung Tomo (yang sampai saat ini belum diangkat secara resmi menjadi Pahlawan Nasional, hanya menerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama pada tahun 1995 oleh presiden Suharto).
Perang tersebut melibatkan pasukan sekutu dengan 30.000 serdadu (26.000 didatangkan dari Divisi ke-5 dengan dilengkapi 24 tank Sherman) dan 50 pesawat tempur dan beberapa kapal perang. Inggris menduga 3 hari Surabaya bisa ditaklukan namun kenyataannya memakan satu bulan sampai akhirnya Surabaya kembali jatuh ke tangan sekutu dan NICA.
Perang ini menimbulkan perlawanan lain di semua kota seperti Jakarta, Bogor, Bandung sampai dengan aksi membakar kota 24 Maret 1946 dan Mohammad Toha meledakkan gudang amunisi Belanda, Palagan Ambarawa, Medan, Brastagi, Bangka dll. Perlawanan ini terus berlanjut baik dengan senjata maupun dengan negosiasi para pimpinan negeri seperti perjanjian Linggajati di Kuningan, perjanjian di atas kapal Renville, perjanjian Roem-Royen sampai akhirnya Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda pada tahun 1949.
Empat tahun revolusi yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, hingga akhirnya momen 10 November dijadikanHari Pahlawan. Dari fakta sejarah di atas bisa kita simpulkan bahwa ancaman pertama kemerdekaan Indonesia bukan hanya Belanda ingin menguasai kembali, namun sekutu yang dipimpin Amerika memiliki kepentingan tersendiri di Indonesia
Ada yang masih ingat dengan Bung Tomo.? salah satu Tokoh penggerak perlawanan terhadap belanda pada peristiwa 10 november 1945, Sutomo, begitu saja namanya ketika dilahirkan di kampun Blauran surabaya 3 Oktober 1920. Sosok Manusia Nasionalisme pada era kemerdekaan, meraih prestasi sebagai orang kedua di Hindia belanda yang mempunyai gelar PANDU GARUDA ( peringkat ini hanya di capai 3 orang di Indonesia )
Sosok seoarang Sutomo atau bung Tomo terkenal dengan Seru-seruanya terhadap perlawanan terhadap kolonial, Pidato nya yang membuat semangat Arek-arek suroboyo dalam melawan kolonial, seolah-olah mempunyai daya magis terhadap jiwa-jiwa Nasionalisme arek-arek Suroboyo.
Teks pidato bung tomo
Bismillahirrohmanirrohim..
MERDEKA!!!
Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia
terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya
kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini
tentara inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet
yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua
kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara jepang
mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan
mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera puitih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka
Saudara-saudara
di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan
bahwa rakyat Indonesia di Surabaya
pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku
pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi
pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali
pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan
pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera
pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di surabaya ini
di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing
dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana
hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara
dengan mendatangkan presiden dan pemimpin2 lainnya ke Surabaya ini
maka kita ini tunduk utuk memberhentikan pentempuran
tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri
dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya
Saudara-saudara kita semuanya
kita bangsa indonesia yang ada di Surabaya ini
akan menerima tantangan tentara inggris itu
dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya
ingin mendengarkan jawaban rakyat Indoneisa
ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indoneisa yang ada di Surabaya ini
dengarkanlah ini tentara inggris
ini jawaban kita
ini jawaban rakyat Surabaya
ini jawaban pemuda Indoneisa kepada kau sekalian
hai tentara inggris
kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu
kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu
kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu
tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita
untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada
tetapi inilah jawaban kita: selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih
maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga
Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting!
tetapi saya peringatkan sekali lagi
jangan mulai menembak
baru kalau kita ditembak
maka kita akan ganti menyerang mereka itukita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka
Dan untuk kita saudara-saudara
lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka
semboyan kita tetap: merdeka atau mati!
Dan kita yakin saudara-saudara
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
percayalah saudara-saudara
Tuhan akan melindungi kita sekalian
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
MERDEKA!!!
Semoga Di kota tercinta ini akan muncul Bung tomo- Bung tomo baru, yang siap berbuat baik terhadap bangsa dan Negara
Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta 17 Agustus 1945 pasukan Jepang mulai dilucuti oleh tentara nasional dan rakyat. Proses pelucutan ini menimbulkan bentrokan-bentrokan di berbagai daerah yang cukup banyak menimbulkan korban. Inisiatif tersebut juga dilakukan karena pihak sekutu di Indonesia masih belum juga melucuti tentara Jepang.
Pihak sekutu yang telah menjatuhkan bom di kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang juga turut akhirnya turun ke Indonesia untuk melucuti tentara Jepang. 15 September sekutu yang diwakili oleh Inggris mendarat di Jakarta dan 25 Oktober di Surabaya dengan 6.000 serdadu dari Divisi ke-23 dengan pimpinan Brigadir Jenderal Mallaby. Namun pendaratan sekutu ini didomplengi kepentingan Belanda secara rahasia melalui NICA untuk kembali menguasai Indonesia meskipun sudah memerdekakan dirinya.
Rakyat Indonesia marah mendengar konspirasi tersebut sehingga perlawanan terhadap Inggris dan NICA tetap berlanjut yang memuncak ketika pimpinan sekutu wilayah Jawa Timur Brigadir Jenderal Mallaby terbunuh 30 Oktober di Surabaya.
Inggris dan NICA melalui Mayor Jenderal Mansergh yang menggantikan Mallaby mengultimatum rakyat Indonesia untuk menyerah sampai batas akhir tanggal 10 November pagi hari. Namun di batas ultimatum tersebut rakyat Surabaya menjawabnya dengan meningkatkan perlawanan secara besar-besaran, salah satu pimpinan perlawanan tersebut adalah Sutomo, dikenal sebagai Bung Tomo (yang sampai saat ini belum diangkat secara resmi menjadi Pahlawan Nasional, hanya menerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama pada tahun 1995 oleh presiden Suharto).
Perang tersebut melibatkan pasukan sekutu dengan 30.000 serdadu (26.000 didatangkan dari Divisi ke-5 dengan dilengkapi 24 tank Sherman) dan 50 pesawat tempur dan beberapa kapal perang. Inggris menduga 3 hari Surabaya bisa ditaklukan namun kenyataannya memakan satu bulan sampai akhirnya Surabaya kembali jatuh ke tangan sekutu dan NICA.
Perang ini menimbulkan perlawanan lain di semua kota seperti Jakarta, Bogor, Bandung sampai dengan aksi membakar kota 24 Maret 1946 dan Mohammad Toha meledakkan gudang amunisi Belanda, Palagan Ambarawa, Medan, Brastagi, Bangka dll. Perlawanan ini terus berlanjut baik dengan senjata maupun dengan negosiasi para pimpinan negeri seperti perjanjian Linggajati di Kuningan, perjanjian di atas kapal Renville, perjanjian Roem-Royen sampai akhirnya Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda pada tahun 1949.
Empat tahun revolusi yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, hingga akhirnya momen 10 November dijadikanHari Pahlawan. Dari fakta sejarah di atas bisa kita simpulkan bahwa ancaman pertama kemerdekaan Indonesia bukan hanya Belanda ingin menguasai kembali, namun sekutu yang dipimpin Amerika memiliki kepentingan tersendiri di Indonesia
Ada yang masih ingat dengan Bung Tomo.? salah satu Tokoh penggerak perlawanan terhadap belanda pada peristiwa 10 november 1945, Sutomo, begitu saja namanya ketika dilahirkan di kampun Blauran surabaya 3 Oktober 1920. Sosok Manusia Nasionalisme pada era kemerdekaan, meraih prestasi sebagai orang kedua di Hindia belanda yang mempunyai gelar PANDU GARUDA ( peringkat ini hanya di capai 3 orang di Indonesia )
Sosok seoarang Sutomo atau bung Tomo terkenal dengan Seru-seruanya terhadap perlawanan terhadap kolonial, Pidato nya yang membuat semangat Arek-arek suroboyo dalam melawan kolonial, seolah-olah mempunyai daya magis terhadap jiwa-jiwa Nasionalisme arek-arek Suroboyo.
Teks pidato bung tomo
Bismillahirrohmanirrohim..
MERDEKA!!!
Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia
terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya
kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini
tentara inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet
yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua
kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara jepang
mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan
mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera puitih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka
Saudara-saudara
di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan
bahwa rakyat Indonesia di Surabaya
pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku
pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi
pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali
pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan
pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera
pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di surabaya ini
di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing
dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung
telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol
telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana
hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara
dengan mendatangkan presiden dan pemimpin2 lainnya ke Surabaya ini
maka kita ini tunduk utuk memberhentikan pentempuran
tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri
dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya
Saudara-saudara kita semuanya
kita bangsa indonesia yang ada di Surabaya ini
akan menerima tantangan tentara inggris itu
dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya
ingin mendengarkan jawaban rakyat Indoneisa
ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indoneisa yang ada di Surabaya ini
dengarkanlah ini tentara inggris
ini jawaban kita
ini jawaban rakyat Surabaya
ini jawaban pemuda Indoneisa kepada kau sekalian
hai tentara inggris
kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu
kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu
kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu
tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita
untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada
tetapi inilah jawaban kita: selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih
maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga
Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting!
tetapi saya peringatkan sekali lagi
jangan mulai menembak
baru kalau kita ditembak
maka kita akan ganti menyerang mereka itukita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka
Dan untuk kita saudara-saudara
lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka
semboyan kita tetap: merdeka atau mati!
Dan kita yakin saudara-saudara
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
percayalah saudara-saudara
Tuhan akan melindungi kita sekalian
Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
MERDEKA!!!
Semoga Di kota tercinta ini akan muncul Bung tomo- Bung tomo baru, yang siap berbuat baik terhadap bangsa dan Negara
Minggu, 06 Oktober 2013
99% Pohon sepanjang Jalan Lawang telah di PAKU , baik oleh reklame, wajah calon gubernur,benner partai dan promo sekolah-sekolah.
Pagi ini (06.10.2013-09.00 Am ) Sepuluhan pemuda pemudi Lawang berkumpul di jembatan losmen gayabaru Lawang. hari ini jadwal mereka adalah memebrsihkan paku-paku yang tertanam di pohon-pohon disepanjang jalan Lawang.
Kecamatan Lawang, yang katanya menuju kota dunia ini, sepertinya akan terus tercemari dengan sampah visual atribut kampanye,promo sekolah-sekolah, iklan-iklan serta banner dan spanduk iklan. Sisa-sisa sampah itu kini bertambah lagi jikat tidak ada ketegasan dari pihak-pihak yang terkait.
Pohon yang sebagai tempat pemasangan atribut kampanye, iklan politik dan pengumuman lainnya jelas akan merusak pohon. Paku yang menancap pada pohon berefek buruk terhadap perkembangan pohon, karena dapat menyebabkan kematian sel dalam pohon terutama lapisan cambium, xylem dan floem.
Kecamatan Lawang, yang katanya menuju kota dunia ini, sepertinya akan terus tercemari dengan sampah visual atribut kampanye,promo sekolah-sekolah, iklan-iklan serta banner dan spanduk iklan. Sisa-sisa sampah itu kini bertambah lagi jikat tidak ada ketegasan dari pihak-pihak yang terkait.
Pohon yang sebagai tempat pemasangan atribut kampanye, iklan politik dan pengumuman lainnya jelas akan merusak pohon. Paku yang menancap pada pohon berefek buruk terhadap perkembangan pohon, karena dapat menyebabkan kematian sel dalam pohon terutama lapisan cambium, xylem dan floem.
Karat pada paku bisa menyebabkan infeksi pada batang, pengeroposan/kelapukan batang, pada jenis tertentu, seperti palem-paleman, sehingga memicu pembusukan pada batang. Jika kita melakukan pembiaran, maka akan semakin sulit bagi kita untuk mendapatkan oksigen hasil penyerapan karbon dari pohon. Kita pun akan kehilangan peneduh jalan bila kita peduli. Kita membutuhkan pepohonan di perkotaan untuk kebutuhan udara segar, penyeimbang kondisi lingkungan, penyerap air, meminimalisir risiko banjir, peneduh jalan dan juga sebagai penunjang estetika kota. Beberapa tahun terakhir, cuaca Kota Lawang semakin hari semakin panas. Matahari seakan tak berjarak lagi dengan kepala. Pada musim penghujan, genangan air pun semakin mudah kita jumpai meski hujan hanya turun dalam satu jam. Belum lagi jika kita berbicara tentang keindahan kota yang semakin semrawut... Untuk itulah kita berkewajiban untuk menyampaikan pada Pihak-pihak terkait agar tidak memasang atribut-atribut kampanye,iklan dan sebagainya , dengan cara memaku pohon. Andai mereka tak memedulikan seruan kita, satu-satunya cara menghukum adalah dengan kita lakukan sendiri. dengan memaku pohon mereka sudah merusak pohon yang sangat vital bagi kehidupan kota dan warganya Atribut-atribut kampanye berupa baliho di trotoar, median jalan dan ass (pembatas) jalan dapat membahayakan keselamatan para pengendara pengguna jalan maupun pejalan kaki.
sudah ada aturan mengenai mengenai perlindungan pada pepohonan itu yaitu Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan juga Perda No.25 Tahun 1997 Penghijauan. Mereka telah mengabaikan dan melanggar aturan dengan tetap memasang atribut pada pohon.
Kita juga tak boleh berdiam diri melihat kerusakan pohon yang telah terjadi. Mencabut paku-paku bekas atribut kampanye harus kita lakukan, minimal yang ada di sekitar kita. Juga, mengajak orang-orang terdekat kita untuk melakukan hal serupa, sedikit demi sedikit, perlahan-lahan demi kebaikan kita bersama.
Foto foto kegiatan beserta bukti-bukti pelanggaran
Jumat, 04 Oktober 2013
Pentingnya mempelajari Cagar budaya di kota Lawang tercinta
Cagar budaya adalah warisan budaya yang bersifat kebendaan berupa, benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, struktur cagar budaya, situs, dan kwasan cagar budaya didarat.air dan udara, yang perlu dilestarikan dan dijaga keberadaannya, karena memiliki niali penting bagi sejarah. Sebagai ilmu pendidikan,agama atau kebudayaan melalui proses penetapan.
Dikecamatan Lawang sendiri terdapat situs-situs dan cagar budaya yang terbengkalai,dibiarkan " Gembledak" dan tidak terawan, semestinya kita sebagai warga Lawang dapat merwat dan mejaga keberadaan cagar budaya dan situs-situs tersebut, kita sudah tidak dapat lagi berharap kepada Pemerintahan untuk hal ini. Mari bersama-sama menjaga sejarah bangsa kita, minimal kita ikut menjaga dan melestarikan baik dengan perbuatan serta niat Tulus untuk generasi kita kelak,
Beberapa situs yang ada di kecamatan Lawang, mungkin kurang Detail, kawan-kawan yang membaca bisa membantu untuk memberitahunya.
Dari arah Utara:
1. Daerah Tawang sari, banyak bagunan kuno yg masih di pertahankan oleh penduduk sekitar. Kurang lebih 10 bangunan termasuk juga bangunan kuno yang terdapat di dalam asrama Polisi Militer AD Tawangsari(sebelah kiri jalan arah dari Surabaya-Malang).
2. Di Jalan Dr. Soetomo, di jalan ini terdapatbangunan kuno yang menjadi icon dari kota Lawang sejak penjajahan Belanda. HOTEL NIAGARA.
(pembahasan bangunan ini akan saya jelaskan setelah ini)3.Sebelah utara Pasar Lawang. Sayangnya di sini banyak bangunan kuno yangsudah dirobohkan karena tidak terawat. Untuk di sebelah timur Pasar Lawang terdapat kurang lebih 5 bangunan yang masih di pertahankan.
Terdapat 2 bangunan kuno yang tidak mengalami perubahan fisik di Jalan Thamrin (selatan dari Pasar Lawang)
4. Di dalam pusat kota, seperti di Kelurahan Kauman.
Beberapabangunan kuno yang sejak bangunan didirikan tidak mengalami perubahan fungsi. Bangunan-bangunan kuno yang dipergunakan untuk sarana umum dan beberapa rumah tinggal
Kondisi kawasan yang semakin berkembang dengan pesat, maka berdampak pada bangunan-bangunan kuno, yaitu beberapabangunan yang mengalami perubahan fungsi. Namun, adanya perubahan fungsi bangunan di kawasan pusat Kota Lawang, tidak menyebabkan perubahan fisik bangunan secara total. Di antaranya Gereja Advent, dahulu merupakan rumah tinggal.5. Di Jalan Argo Tunggal, di daerah ini terdapat Sekolah Dasar Khatolik St. Fransiskus yang sudah bediri sejak penjajahan Belanda. Sekolah ini dulunya khusus untuk anak-anak kolonial Belanda dan anak-anak para Pejabat Pemerintah setempat. Bangunan sekolah ini tetap dipertahankan sejak didirikan. Untuk di sekitar sekolahan tersebut, cukup banyak bangunan kuno yang masih terawat.6. Di kawasan permukiman yang terletak di pusat Kota Lawang, tepatnya di belakang Stasiun Kereta Api Lawang, yaitu Kawasan Permukiman Ngamarto. Perkembangan Kawasan Ngamarto tidak lepas dari pengaruh berdirinya Stasiun Kereta Api. Kondisi beberapa bangunan rumah tinggal Ngamarto kurang terawat dan terpelihara dengan baik.7. Di Kelurahan Sumber Waras dan Sumber Wuni, masih terlihat 7-10 bangunan. Untuk Kelurahan Sumber Wuni Utara terdapat sederet bangunan kuno pada sisi jalan, sayangnya bangunan ini tidak terawat dengan baik.
Masa Kerajaan Singhasari (….-1767) Padamasa Kerajaan Singhasari, Kota Lawang masih berupa ruang terbuka hijau,dan belum ditemukan adanya peradaban manusia, sehingga masih belum ditemukan adanya penanda kawasan/landmark.
Masa Penjajahan Belanda (1767-1942) KedatanganBelanda membawa dampak positif terhadap perkembangan bangunan. Belanda menetapkan Lawang sebagai kawasan peristirahatan, sejak itulah banyak bermunculan bangunan kolonial yang berfungsi sebagai villa. Pada saat itu di Lawang terdapat 3 buah bangunan yang dapat dijadikan tengeran (landmark),yaitu Hotel Niagara, sebuah bank swasta dan kantor BAPPERKI milik Cina.Pada masa penjajahan Belanda terdapat dua pusat kegiatan, yaitu pasar (Pasar Besar Lawang), dahulu hanya berupa pasar tradisional, dan StasiunLawang. Pasar tersebut terletak di jalan utama, sehingga mudah untuk dijangkau oleh masyarakat sekitarnya.
Masa Penjajahan Jepang (1942-1945) Padamasa penjajahan Jepang tidak membawa perubahan pada keberadaan 3 buah (Hotel Niagara, sebuah bank swasta dan Kantor BAPPERKI) landmark pada saat itu. Pada saat Jepang berkuasa di Lawang pada tahun 1942-1945, tidak terjadi perubahan dengan masa sebelumnya. Hanya saja pada masa penjajahan Jepang, kondisi perekonomian kawasan studi tidak stabil, sehingga berdampak pada pasar tradisonal yang dahulunya selalu menjadi pusat kegiatan masyarakat. Pasar yang dahulunya ramai dikunjungi, pada masa itu menjadi sepi, yang diakibatkan kekuasaan Jepang yang semena-mena. Keberadaan Stasiun Kereta Api sebagai node kedua pada kawasan tetap berfungsi dan tidak mengalami permasalahan.
Masa Pasca Kemerdekaan (1945-2010) Setelahmasa kemerdekaan, kawasan mulai berkembang pesat, yaitu sejak tahun 1980-an. Sejak itulah terjadi pembangunan besar-besaran pada kawasan studi, yang berdampak pada pemugaran bangunan kuno. Hal ini berdampak pada pengurangan jumlah landmark, yang semula terdapat 3 buah (Hotel Niagara, sebuah bank swasta dan Kantor BAPPERKI), namun saat ini hanya terdapat sebuah landmark (Hotel Niagara). Hotel Niagara merupakan bangunan tertinggi di kawasan kota ini, dan memiliki corak bangunan yangunik dan fenomenal, Hotel Niagara dapat juga disebut sebagai icon dari Lawang.... Setelah Indonesia merdeka, Indonesia mulai banglit dari keterpurukan, semua daerah berlomba-lomba membangun daerahnya kembali. Sama halnya dengan kawasan Lawang, seiring dengan pesatnya perkembangan,letak kawasan yang strategis dan mudahnya penjangkauan, sehingga kawasan menjadi pusat kegiatan, pusat pemerintahan, dan pusat perdagangan. Dengan kawasan yang semakin berkembang pesat, memicu adanyanode baru, yaitu Stadion Lawang. Semula Stadion Lawang hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, namun saat ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau saja, melainkan sebagai sarana olah raga. Saat ini terdapat 3 (tiga) buah node, yaitu Pasar Besar Lawang, Stasiun Lawang dan Stadion Lawang. Mari bersama sama kita menjaga Kelestarian budaya di kota kelahiran kita
Langganan:
Postingan (Atom)


















